RUMAH ADMINISTRATUR PABRIK GULA TERSANA BARU CIREBON BENTUK DAN GAYA ARSITEKTUR Administrator House Of Tersana Baru Sugar Factory, Chirebon Form and Architectural style

Main Article Content

Octaviadi Abrianto

Abstract

AbstractAdministrator house of Tersana Baru sugar factory have a unique style of building because it is a blend of several architectural styles. What the architectural style on the house and what is the reason for the use of particular style is a problems in this paper. The inductive method is used to answer the problems. The house consists of a main building and functional buildings connected by a roofed walkway. The architectural style used on the house is a combination of Neo-Classics and the Indisch architectural style. Those architectural styles chosen were due to that it shows the owner status and give regall and dignified impression. Keywords: tersana baru sugar factory, administrator house, neo-classics, indisch AbstrakBangunan rumah administratur Pabrik Gula Tersana Baru memiliki gaya bangunan yang unik karena merupakan perpaduan dari beberapa gaya arsitektur. Gaya arsitektur apa saja yang ada dan apa alasan penggunaan gaya tersebut merupakan permasalahan dalam tulisan ini, metode induktif digunakan untuk menjawab permasalahan. Bangunan tersebut terdiri dari bangunan induk dan bangunan fungsional yang dihubungkan dengan selasar, gaya arsitektur yang digunakan adalah perpaduan gaya arsitektur Neo-Classics dengan gaya arsitektur Indisch. Pemilihan gaya arsitektur tersebut adalah karena kedua gaya arsitektur tersebut menunjukkan status pemilik bangunan dan memberi kesan agung dan berwibawa. Kata kunci: pabrik gula tersana baru, rumah administratur, neo-classics, indisch

Article Details

How to Cite
Abrianto, O. (2016). RUMAH ADMINISTRATUR PABRIK GULA TERSANA BARU CIREBON BENTUK DAN GAYA ARSITEKTUR Administrator House Of Tersana Baru Sugar Factory, Chirebon Form and Architectural style. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 3(2), 115–128. https://doi.org/10.24164/pw.v3i2.40
Section
Articles