PEMBACAAN ANGKA TAHUN PRASASTI SIRAH KẼTING DAN KAITANNYA DENGAN TOKOH ŚRĪ JAYAWARSA DIGWIJAYA ŚASTRAPRABHU

Churmatin Nasoichah

Abstract


The purpose of this paper is to know the exact age for Sirah Kĕting Inscription and its relation with Śrī Jayawarsa Digwijaya Śastraprabhu. The assessment was done by using inductive-deductive reasoning which moves from the facts on the field and then ends with a conclusion. In reading the Sirah Kĕting Inscription were found in the Ponorogo area, East Java, there are two different opinions in chanting year number. According to J.L.A. Brandes and W.F. Stutterheim readings, Sirah Kĕting Inscription was built on 1026 Śaka, while according to the Louis-Charles Damais readings, Sirah Kĕting Inscription was built on 1126 Śaka. From some of the results of the comparison can be concluded that the date Sirah Kĕting Inscription was built in 1126 Saka (1204 AD), the reading means agree with Louis-Charles Damais. Related to the Śrī Jayawarsa Digwijaya Śastraprabhu figure, is a king who has an autonomous kingdom (power) located in the region of Madiun and Ponorogo, East Java and is the grandson of Dharmmawangsa Tguh. Keywords: Sirah Kĕting Inscription, date built, Śrī Jayawarsa Digwijaya Śastraprabhu, Mṛwak Inscription

 

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui secara pasti angka tahun Prasasti Sirah Kĕting dan kaitannya dengan tokoh Śrī Jayawarsa Digwijaya Śastraprabhu. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan penalaran induktif-deduktif yang bergerak dari fakta-fakta di lapangan yang kemudian diakhiri dengan sebuah simpulan. Dalam pembacaan Prasasti Sirah Kĕting yang ditemukan di daerah Ponorogo, Jawa Timur terdapat dua pendapat yang berbeda dalam penyebutan angka tahunnya. Menurut pembacaan  J.L.A. Brandes dan W.F. Stutterheim, Prasasti Sirah Kĕting berangka tahun 1026 Śaka, sedangkan menurut hasil pembacaan Louis-Charles Damais, Prasasti Sirah Kĕting berangka tahun 1126 Śaka. Berdasarkan beberapa hasil perbandingan dapat ditarik simpulan bahwa angka tahun pada Prasasti Sirah Kĕting adalah 1126 Śaka (1204 Masehi), artinya sependapat dengan pembacaan Louis-Charles Damais. Tokoh Śrī Jayawarsa Digwijaya Śastraprabhu merupakan seorang raja yang memiliki kerajaan (kekuasaan) otonom yang terletak di wilayah Madiun dan Ponorogo, Jawa Timur dan merupakan cucu dari Dharmmawangsa Tguh.

 

Kata Kunci: Prasasti Sirah Kĕting, angka tahun, Śrī Jayawarsa Digwijaya Śastraprabhu, Prasasti Mṛwak


Keywords


Prasasti Sirah Kĕting, angka tahun, Louis-Charles Damais, Prasasti Mṛwak

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24164/pw.v6i1.190

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 PURBAWIDYA:Jurnal penelitian dan Pengembangan Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeksasi Purbawidya :

 

Copyright of Purbawidya (e-ISSN 2528-3618 p-ISSN 2252-3758). Powered by OJS.

Designed by Irwan Setiawidjaya.

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.