ARSITEKTUR BANGUNAN SUCI DI SITUS INDIHIANG KOTA TASIKMALAYA

Endang Widyastuti

Abstract


As it is known that until now the relics of the sacred building of the Hindu-Buddhist era are still rarely found in West Java. Given the scarcity of Hindu-Buddhist building, the purpose of this paper is to discover and illustrate the forms of Hindu-Buddhist architecture in the Sundanese region. In uncovering the architectural form is applied comparative method. The data used to reveal the architecture is the result of excavations that have been done in 2012 and 2013. After the data through excavation activities was collected, it is then synthesized with theories about the sacred building, especially in western Java. In the discussion, data that has been collected compared with other buildings of the same era. In this paper the comparisons used are Bojongmenje Temple and Pananjung Temple. The results showed that the sacred building in Indihiang is a single batur. The roof of the building is made of perishable material with a single support.


Keywords: Indihiang, architecture,
shrines, Tasikmalaya

 

 Sebagaimana diketahui bahwa sampai sekarang ini peninggalan yang berupa bangunan suci masa Hindu-Buddha masih jarang ditemukan di Jawa Barat.  Mengingat langkanya tinggalan bangunan suci Hindu-Buddha tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menemukan dan menggambarkan bentuk arsitektur Hindu-Buddha di wilayah Tatar Sunda. Dalam mengungkap bentuk arsitektur tersebut diterapkan metode komparasi. Data yang digunakan untuk mengungkapan arsitektur tersebut adalah hasil ekskavasi yang telah dilakukan pada tahun 2012 dan 2013. Setelah melalui kegiatan ekskavasi terkumpul, data disintesiskan dengan teori-teori tentang bangunan suci khususnya di Jawa bagian barat. Dalam pembahasannya data yang telah terkumpul dibandingkan dengan bangunan lain yang sezaman. Dalam tulisan ini pembanding yang digunakan adalah Candi Bojongmenje dan Candi Pananjung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan suci di Indihiang berupa batur tunggal. Atap bangunannya terbuat dari bahan yang mudah rusak dengan ditopang umpak.

 

Kata kunci: Indihiang, arsitektur, bangunan suci, Tasikmalaya 


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24164/pw.v6i1.186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 PURBAWIDYA: Journal of Archaeological Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indeksasi Purbawidya :

 

Copyright of Purbawidya (e-ISSN 2528-3618 p-ISSN 2252-3758). Powered by OJS.

Designed by Irwan Setiawidjaya.

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.