KOSMOLOGI HABO TETEAR DI KEPULAUAN KEI, MALUKU TENGGARA

Lucas Wattimena

Abstract


This paper discusses about local knowledge of Kei People in Southeast Moluccas about boats. In Kei language, the boat is habo. Kei People in Southeast Maluku know several variants of habo, one of which is habo tetear discussed in this paper. The purpose of the research is to know and understand the local knowledge of Kei People, Southeast Maluku about habo tetear. The reason of the habo tetear culture was chosen for this study, because the research approach used ethnoarchaeological study, by giving priority to the ethnochemistry scholarly principles, with the technique of collecting interview data, observation and literature review. The results showed that the Kei's local knowledge in Southeast Maluku of habo tetear is the personification of a woman. Hence, the structure of the habo-tetear form resembles the body of a woman.

 

Keyword : cosmology, habo tetear, Kei people. 

 

Kata kunci :  Cosmology, habo tetear, Kei People.

 

Abstrak

Tulisan ini membahas tentang bagaimana pengetahuan (pemahaman dan pandangan) Orang Kei Maluku Tenggara terhadap perahu. Bahasa Kei menyebut perahu adalah habo, dan Orang Kei, Maluku Tenggara mengenal beberapa varian dari habo, salah satunya adalah habo tetear yang dibahas dalam tulisan ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan memahami pandangan dan pemahaman Orang Kei, Maluku Tenggara terhadap habo tetear. Alasan budaya bendawi habo tetear dipilih sebagai kajian, karena pendekatan penelitian menggunakan studi etnoarkeologi, dengan mengutamakan kaidah-kaidah keilmuan etnoarkeologi, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan telaah literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pandangan dan pemahaman Orang Kei, Maluku Tenggara terhadap habo tetear adalah personifikasi dari seorang perempuan. Oleh sebab itu, maka struktur bentuk habo tetear menyerupai tubuh perempuan. Fungsi habo tetear adalah sebagai alat untuk matapencaharian hidup (subsitensi).

 

Kata kunci :  Kosmologi, Habo tetear, Orang Kei.


Keywords


Cosmology, habo tetear, Kei People, cultural material

Full Text:

PDF

References


Arifin, Karina. 1992. Lukisan Batu Karang Di Indonesia – Suatu Hasil Penelitian. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Bennendijk, E. 2005. Selatan Daya Dalam Lintasan Sejarah Kepulauan Maluku. Dalam Maluku Menyambut Masa Depan. Ambon. Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku: hal 39-48.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo Malasyia. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Umum.

Campell, Tom. 1980. Tujuh Teori Sosial (skesta, penilaian, perbandingan). Jogjakarta. Penerbit Kanisius.

De Jong, N and Van Dijk, T. 1995. Forgotten Island of Indonesia, the Art and Culture of Southeast Mollucas. Singapore.

Horridge, Adrian. The Austronesian Conquest of the Sea-Upwind. Dalam Bellwood, Peter (Ed). The Austronesia The Historical and Comparative Perspective; 143-159. Canberra; Australia National University.

Moleong, J. Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Remadja Rosdakarya.

Penyusun, Tim. 2014. Perahu Tradisional Di Kepulauan Maluku ; Tinjauan Awal Perahu Tradisional di Pulau Saparua, Maluku Tengah (studi etnoarkeologi). Laporan Penelitian Arkeologi. Ambon. Balai Arkeologi Ambon.

--------------------- . 2016. Perahu Tradisional di Kepulauan Maluku- Tradisi Pembuatan Perahu Tradisional di Wilayah Kepulauan Kei, Propinsi Maluku (Studi Etnoarkeologi). Laporan Penelitian Arkeologi. Ambon. Balai Arkeologi Ambon.

Ririmase, Marlon. 2011. Perahu Sebagai Simbol di Maluku Tenggara. Kapata Arkeologi (Jurnal Arkeologi Wilayah Maluku dan Maluku Utara), Volume 7 (12): 1-17.

------------------------ . 2007. Penelitian Arkeologi di Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. Laporan penelitian. Ambon. Balai Arkeologi Ambon.

Sihasale, Wem R. 2005. Pola Pengelompokan Masyarakat Adat dan Sistem Pemerintahan Adat Di Maluku dalam Maluku Menyambut Masa Depan. Ambon: Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku. Hal. 67-88.

Soselisa, Hermien. 2005. Pengelolaan Lingkungan Dalam Budaya Orang Maluku. Dalam Maluku Menyambut Masa Depan. Ambon. Lembaga Kebudayaan Daerah Maluku: hal 198-214.

Spradley, James P. 2006. Metode Etnografi. Yogyakarta. PT. Tiara Wacana Yogya.

Springs, Matthew, O” Connor, Sue and Veth Peter. 2005. The Aru islands in Perspective: A General Introduction. The Archeology Of The Aru Islands, Eastern Indonesia. Terra Australia 22. Pandanus Books. Australian National University: 1-24.

Tanudirjo, A. Daud. 2001. Islands In Between (Prehistory Of Northeastern Indonesian Archipelago. Disertasi. Australian National University.

-------------------------. 2009. Memikirkan Kembali Etnoarkeologi. Jurnal Penelitian Papua dan Papua Barat. Volume 2 (1): hal 1-15.

---------------------. 2011. Interaksi Austronesia – Melanesia; Kajian Interprestasi Teoritis. Austronesia & Melanesia di Nusantara; Mengungkap Asal Usul dan Jati Diri Dari Temuan Arkeologis. Jogjakarta. Penerbit Ombak. Hal 23-42.

--------------------------. 2013. Interaksi Regional dan Cikal Bakal Perdagangan Internasional di Maluku. Kalpataru Majalah Arkeologi, Volume 22 (1): 1-6.




DOI: https://doi.org/10.24164/pw.v6i1.151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 PURBAWIDYA: Journal of Archaeological Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Indeksasi Purbawidya :

 

Copyright of Purbawidya (e-ISSN 2528-3618 p-ISSN 2252-3758). Powered by OJS.

Designed by Irwan Setiawidjaya.

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.