RAGAM HIAS BEKAS RUMAH TUAN TANAH PERKEBUNAN DI TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI

lia nuralia

Abstract


This study aims to reveal the meaning and function of ornament of former house of farms landlord in South Tambun, Bekasi Regency. The method used is descriptive analytical method with literature studies and internet data collection technique. The results obtained are the ornaments  on the body of the building (walls, openings, pillars/columns), with geometric and organic motives. In general serves as ornamnet and reinforcement of the building as a supporter of functional structures. Diversity and the many ornaments on the colonial house indicates that their owners have a high social status with great power and well established economy.

 

Keywords: ornaments, former house of farms landlord, Tambun, Bekasi


Kajian ini bertujuan mengungkap jenis-jenis ragam hias pada bekas rumah tuan tanah perkebunan di Tambun Selatan, Bekasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data studi literatur dan internet. Hasil yang diperoleh adalah ragam hias pada badan bangunan (dinding, bukaan, pilar/kolom) berupa motif geometris dan organis. Secara umum hal tersebut berfungsi sebagai hiasan dan penguat bangunan untuk mendukung struktur fungsional. Keanekaragaman dan banyaknya ragam hias, menunjukkan bahwa pemiliknya memiliki status sosial tinggi dengan kekuasaan besar dan ekonomi mapan.

 

Kata Kunci: ragam hias, bekas rumah tuan tanah perkebunan, Tambun, Bekasi 



Keywords


Ornament, former house of landheer plantation, Tambun in Bekasi Regency.

Full Text:

PDF

References


Amiuza, C. 2006. Tipologi Rumah Tinggal Administratur P.G. Kebon Agung di Kabupaten Malang. Dalam Jurnal Ruas Vol. IV, No. 1, 2006. Halaman 1-22.

Baidlowi, H dan Daniyanto, E. 2003. Arsitektur Permukiman Surabaya. Surabaya: Karya Harapan.

Boomgaard, Peter. 2004. Anak Jajahan Belanda, Sejarah Sosial dan Ekonomi Jawa 1795-1880. Terjemahan Monique Soesman, Keosalah Soebagyo Toer. Jakarta : KITLV-Jakarta dan Djambatan.

Haris, C. 1975. Dictionary of Architecture and Building. New York: Mc Grow Hill.

Handinoto. 2010. Arsitektur dan Kota-kota di Jawa pada Masa Kolonial. Yogya: Graha Ilmu.

Hoop, Van der. 1949. Ragam-Ragam Perhiasan Indonesia (Indinesische Siermotieven). Batavia: Koninklijk Genootsha Van Kunsten En Wetenshappen.

Marizar, 1996. Interior dan Lingkungan Hidup serta Seni Dekorasi dan Interior Bangunan dalam Upaya Membangun Citra Arsitektur, Desain Interior, dan Seni Rupa Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Miryanti Putri Budiandari, Antariksa, Noviani Suryasari, Elemen Arsitektural pada Fasad Rumah Dinas Pabrik Gula Keremboong Sidoarjo. Malang: Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.

Nuralia, Lia, 2009. Gedung Juang’45 (Gedung Tinggi) Bekasi: Jejak Sejarah dan Arkeologi Periode Kolonial. Dalam Agus Aris Munandar (Editor), Widyamala Arkeologi dan Masyarakat. Bandung : Al-Qaprint. Halaman 92-113.

Nuralia, Lia. 2016. Situs Perkebunan Cisaga 1908-1972: Kajian Arkeologi Industri Tentang Kode Budaya Kolonia. Tesis. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Program Studi Magister Arkeologi, Universitas Indonesia.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Sukiman, Djoko. 2000. Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa (Abad XVIII-Medio Abad XX). Jogja: Bentang Budaya.

Sumalyo, Yulianto. 2003. Arsitektur Klasik Eropa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Summerson, John. 1963. Modulasi Permukaan. Heavenly Mansions

Sunaryo, Aryo. 2010. Ornamen Nusantara Kajian Khusus Tentang Ornamen Indonesia.Semarang: Dahara Prize

Siregar, Parlindungan. 2010. Laporan Hasil Penelitian Mesjid Kebon Jeruk: Potret Akulturasi Masyarakat Muslim Jakarta Abad XVIII. Jakarta: Kementerian Agama RI, Badan Litbang dan Diklat, Puslitbang Lektur dan Khasanah Keagamaan.

Tim Peneliti. 2009. Puncak-Puncak Peradaban Protosejarah-Kolonial di Pesisir Utara Jawa Barat: Kabupaten Purwakarta, Bekasi, Karawang, Provinsi Jawa Barat. Laporan Penelitian Arkeologi Bandung: Badang Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Arkeologi Bandung. Tidak diterbitkan.

(arsitektur e-Journal Volume 2 Nomor 1 Maret 2009. Diakses 9 Oktober 2014)




DOI: https://doi.org/10.24164/pw.v6i1.158

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 PURBAWIDYA: Journal of Archaeological Research and Development

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Indeksasi Purbawidya :

 

Copyright of Purbawidya (e-ISSN 2528-3618 p-ISSN 2252-3758). Powered by OJS.

Designed by Irwan Setiawidjaya.

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.