SITUS PATIHMUHUR: PERANAN PADA MASANYA, NILAI PENTING, DAN STRATEGI PELESTARIANNYA

Wasita Wasita

Abstract


The purpose of this study is to determine the role of the site, its importance, and its conservation strategy. This research uses the descriptive method with inductive reasoning — implementation by describing the objects and events that accompany. Data collection is done by observation and is accompanied by interviews. Archaeological data is also collected through literature and historical data. Because what is wanted to be revealed is the role and importance of the site, the analysis is carried out on indicators that can show this, namely the form, time, function, context, and spatial. The results show that the Patihmuhur site was the port of Muarabahan during the Negaradaha kingdom. This site also has an essential role in trading activities involving the surrounding community and foreign nations (India and China). The role of this site has proven that Indonesia has become a part of world trade activities. Because of such high importance, this site needs to be preserved.


Keywords


site role, important value, preservation

Full Text:

PDF

References


Afni, S. N. (2017). Analisis Penggunaan Beton Sebagai Alternatif Pengganti Kayu Ulin pada Jenis Pondasi Tradisional untuk Bangunan di Atas Tanah Lunak di Banjarmasin. Jurnal Teknologi Berkelanjutan, 6(01), 30-38.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan Praktek (Edisi Revisi Kelima ed.). Jakarta: Rineka Cipta.

Atmosudiro, S. (1981). Bangunan Megalitik Salah Satu Cerminan Solidaritas Masa Perundagian. Berkala Arkeologi, 2(1), 36-41.

Chichagova, O., & Cherkinsky, A. (1993). Problems in radiocarbon dating of soils. Radiocarbon, 35(3), 351-362.

Hidayat, H. (2014). Konteks Ekologi Kota Tepian Sungai dalam Perspektif Lokalitas Bahan Bangunan. Architecture.

Hudson, A. B. (1967). The Padju Epat Ma'anjan Dajak in Historical Perspective. Indonesia(4), 8-42.

Idwar, S. (1958). Sedjarah Bandjarmasin. Bandung: KPPK Balai Pendidikan Guru.

Ikhlasul Khasanah, L. (2017). Pelabuhan Kambang Putih Pada Masa Majapahit Tahun 1350-1389. Avatara, 5(3).

Juliansyah, N. (2011). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Lipe, W. D. (2009). Archaeological values and resource management. In L. Sebastian & W. D. Lipe (Eds.), Archaeology and Cultural Resource Management Visions for the Future. Santa Fe: School for Advanced Research Press.

Marzuki, I. W. (2015). Potensi Tinggalan Arkeologis di Kawasan Bandar Udara Sam Ratulangi Manado: Upaya Pelestarian, Pemanfaatan, dan Pengembangan bagi Masyarakat. Kapata Arkeologi, 11(2), 111-122.

Mentayani, I. (2009a). Analisis Asal Mula Arsitektur Banjar Studi Kasus: Arsitektur Tradisional Rumah Bubungan Tinggi. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 10(1), 1-12.

Mentayani, I. (2009b). Jejak Hubungan Arsitektur Tradisional Suku Banjar dan Suku Bakumpai. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment), 36(1), 54-64.

Mentayani, I., & Andini, D. N. (2007). Tipologi dan Morfologi Arsitektur Suku Banjar di Kal-Sel. Infoteknik, 8(2), 114-122.

Pebrianto, A., Rizani, A., Haryanto, R., & Pratomo, A. (2017). Model Penyulingan Air Bersih di Desa Rangga Surya Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Paper presented at the Seminar Nasional ASBIS, Banjarmasin.

Pradjoko, D., & Utomo, B. B. (2013). Atlas Pelabuhan-pelabuhan Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Prayitno, T., & Marsoem, S. (2013). Sifat Fisika-Mekanika Kayu Gelam yang Ditimbun di Rawa Gambut pada Tiga Kelas Diameter. Bionatura, 15(3).

Ririmasse, M. N. (2007). Tinjuan Kembali Seni Cadas di Maluku. Kapata Arkeologi, 3(4), 1-21.

Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2012). Sosiologi: Suatu Pengantar (Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Press.

Soekmono, R. (1995). The Javanese Candi: Function and Meaning. Leiden ; New York: E.J. Brill.

Sonjaya, J. A. (2005). Pengelolaan Warisan Budaya di Dataran Tinggi Dieng: Kajian Lansekap, Sejarah Pengelolaan, dan Nilai Penting. Universitas Gadjah Mada.

Suhartono, Y. (2008). Pelestarian Sumberdaya Arkeologi dalam Konteks Keruangan di Kawasan Borobudur: Studi Kasus Candi Borobudur, Mendut dan Pawon. Universitas Gadjah Mada.

Sunarningsih, S. (2013). Kerajaan Negara Daha di Tepian Sungai Negara, Kalimantan Selatan. Naditira Widya, 7(2), 85-105.

Suriadi, A. (2014). Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dalam Dinamika Politik Kerajaan Banjar Abad XIX. Banjarmasin: Pusat Penelitian dan penerbitan LP2M IAIN Antasari.

Sutaba, I. M. (2001). Tahta Batu Prasejarah di Bali: Telaah tentang Bentuk dan Fungsinya. Yogyakarta: Yayasan Mahavhira bekerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan Ford Foundation.

Vita, V. (2016). Adaptasi Masyarakat Pra-Sriwijaya di Lahan Basah Situs Air Sugihan, Sumatera Selatan. KALPATARU, 25(1), 1-14.

Wasita, W. (2007). Ekskavasi Permukiman Lahan Basah di Situs Gambut, Kabupaten Banjar dan Patih Muhur, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Zain, Z. (2014). Strategi Perlindungan Terhadap Arsitektur Tradisional Untuk Menjadi Bagian Pelestarian Cagar Budaya Dunia. NALARs, 13(1).




DOI: https://doi.org/10.24164/pw.v8i2.308

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Index of Purbawidya :

   

Copyright of Purbawidya (e-ISSN 2528-3618 p-ISSN 2252-3758). Powered by OJS.

Designed by Irwan Setiawidjaya.

 

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License